Rabu, 11 Juni 2014

Remaja Jember banyak Yang terjangkit Virus HIV

Berita WOW - Remaja yang seharusnya menjadi penerus bangsa kini banyak yang terjangkit penyakit seksual HIV, di mana sampai saat ini virus tersebut belum ditemukan obatnya. Lalu bagaimana dengan nasib bangsa kita ke depannya?

Mirisnya hal ini tidak hanya terjadi di Amerika saja. Bahkan di salah satu kota kecil di negara kita, makin hari makin bertambah pula pengidapnya. Siapa sangka, saat terjadi pemeriksaan pada hasil donor darah oleh PMI Jember ditemukan 16 kantong darah yang terinfeksi HIV, seperti diulas laman metrotvnews.com. Itu dari PMI saja belum lagi yang belum diperiksa dan terdata.

Sementara itu, dalam kurun satu tahun terakhir sudah dapat ditemukan sekitar 780 warga Jember yang sudah terinfeksi virus ini dengan penderita terbanyak pelajar dan mahasiswa. Ditambahkan laman rri.co.id, 5 kecamatan dengan tingkat penyebaran HIV tertinggi meliputi Puger sebanyak 118 orang, Gumukmas 59 orang, Wuluhan 51 orang, serta kecamatan Kencong dan Semboro dengan penderita sebanyak 43 orang.

Dilansir kembali dari laman cdc.gov, tingginya kasus penyakit HIV khususnya pada kelompok umur remaja salah satunya disebabkan maraknya pergaulan bebas. Pergaulan bebas di sini tidak hanya seks ya Ladies, namun juga bentuk 'solidaritas' berupa penggunaan jarum suntik narkoba.

Sungguh hal yang sangat miris dengan berita ini. pemerintah dituntut lebih lebih serius menangani hal tersebut. Penyuluhan dan edukasi seks sejak dini perlu dilakukan.

Selasa, 10 Juni 2014

Penyebab Umum Pasangan Suami-Istri Malas Bercinta

Berita WOW - Perlu Anda ketahui setelah menikah sudah cukup lama, beberapa pasangan bisa enggan atau malas untuk bercinta. Ada berbagai penyebab kenapa pasangan suami-istri tak lagi antusias untuk bercinta, padahal mereka masih saling mencintai. Dr. Marty Klein, seorang terapis seks dan penulis buku 'SEXUAL INTELLIGENCE' What We Really Want From Sex--And How to Get It', memaparkan lima hal yang membuat Anda dan suami malas bercinta.

1. Hanya Fokus Mendapatkan Orgasme
Menurut Dr. Marty, sangat wajar jika orang tak lagi menginginkan seks ketika dia kurang menikmati aktivitas tersebut. Ada banyak sebab kenapa seseorang tidak menikmati hubungan intimnya. Di antaranya, hanya fokus pada orgasme sehingga malah membuat dia mencapai klimaks dan tak menganggap foreplay penting.

Kalau memang Anda atau suami mengalami hal di atas, cobalah untuk kembali mengingat masa-masa pacaran. Dr. Marty mengatakan, pasangan yang sudah lama menikah biasanya tak lagi semangat untuk berciuman. Hal tersebut tentu berbeda dengan masa pacaran. Padahal justru dengan berciuman Anda dan suami bisa bergairah. Menurut terapis seks asal Amerika Serikat ini, ciuman adalah aktivitas seksual paling intim.

2. Diselimuti Perasaan Negatif
Keintiman sulit tercipta jika Anda atau suami hanya fokus pada performa saat bercinta atau merasa bersalah, malu dan gelisah. Semua perasaan tidak enak itu tercipta ketika pasangan sering bertengkar. Jarak yang tercipta di antara Anda dan suami, tentu akan menghilangkan mood untuk bermesraan. Apalagi jika perasaan tidak enak itu hanya dirasakan Anda seorang, aktivitas bercinta benar-benar akan terasa tidak menyenangkan.

3. Antusiasme Menyurut
Hal yang diinginkan orang saat bercinta adalah merasa spesial dan diinginkan. Sehingga ketika Anda bercinta dengan pasangan yang terlihat malas-malasan, meski dia cukup mahir, tetap saja sulit merasakan kedua hal tersebut. Dalam kasus itu, Anda tidak lagi peduli dengan kemahirannya dan lebih memperhatikan dia yang tak antusias. Ditegaskan Dr. Marty, pasangan yang antusias selalu bisa membuat suami atau istrinya bergairah. Sedangkan pasangan yang cuek, bisa membunuh gairah tersebut.

4. Belum Juga Memahami Keinginan Pasangan
Anda dan suami tentu tidak mau terjebak dalam rutinitas atau kebiasaan yang sama setiap bercinta. Tapi tentu saja ada hal-hal tertentu yang Anda suka dan tidak suka saat berhubungan intim. Kalau selama bertahun-tahun bercinta, Anda harus mengulang-ulang pada suami tidak suka digigit saat berciuman, tentu hal ini bisa membuat Anda lama-lama malas melakukan aktivitas tersebut.

5. Seks Terasa Menyakitkan
Rasa sakit yang timbul ada saat bercinta umumnya disebabkan karena vagina yang kurang pelumas atau endometriosis. Dalam kasus-kasus tertentu, sakit pada saat bercinta disebabkan oleh kondisi bawaan tubuh atau berbagai hal lain tergantung kondisi fisik seseorang. Salah satu gejala fisik yang menyebabkan sakit pada saat bercinta secara medis dikenal dengan nama vulvodynia atau vulvar vestibulitis. Hingga kini para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari kondisi tersebut.


Nah, dari artikel diatas pasti sekarang Anda sudah bisa mencari solusinya supada ritual bercinta lebih bergairah dan menyenangkan. Semoga bermanfaat

Kantongi Ponsel Dicelana mengganggu Kesehatan Pria

Berita WOW – Hal ini mungkin bukan pertama kalinya para ilmuwan mengungkapkan bahaya paparan radiasi dari ponsel terhadap organ-organ vital manusia. Namun bisa jadi inilah studi terbaru yang memaparkan pentingnya memperhatikan bagaimana dan dimana meletakkan ponsel yang aman bagi kesehatan.

Hasil review yang dilakukan tim peneliti dari University of Exeter terhadap 10 studi berbeda dan melibatkan total partisipan mencapai 1.492 pria, peneliti memastikan bahwa jumlah berikut pergerakan sperma jelas dapat terpengaruh radiasi ponsel, terutama bila ponselnya disimpan di saku celana.

"Sebagian besar studi konsisten mengatakan bahwa pergerakan sperma menurun seiring dengan paparan ponsel. Dan bila dibandingkan dengan proporsi sperma yang hidup (setelah terpapar radiasi), jumlahnya menurun sekitar 8 persen," tandas peneliti Dr Fiona Matthews seperti dikutip dari BBC, Selasa (10/6/2014).

Akan tetapi Dr Matthews menambahkan para pria tak perlu keburu panik dengan hasil studi ini. Karena para pria yang sudah mengetahui bilamana mereka berisiko mengalami gangguan kesuburan, ini hanya akan jadi aspek tambahan yang harus dipertimbangkan.

Jadi selain mengubah pola makan, mungkin mereka akan diminta memikirkan dimana akan memindah tempat penyimpanan ponselnya. "Setidaknya studi ini menarik, tapi kami jelas takkan langsung mengatakan siapapun yang menyimpan ponsel di saku celananya pasti akan mandul," tegas Dr Matthews.

Lagipula hingga detik ini, belum ada satupun studi yang dapat memastikan bagaimana mekanismenya hingga ponsel dapat merusak sperma pemiliknya. Entah karena radiasi gelombang elektromagnetik dari ponsel yang mengganggu produksi atau merusak DNA spermanya, atau karena panas yang terpancar dari ponsel itu sendiri.

Sebelumnya studi dari Queen's University di tahun 2011 menerangkan bahwa radiasi ponsel dapat meningkatkan kadar testosterone dalam tubuh, dan ini berdampak terhadap penurunan jumlah serta kualitas sperma pria yang kerap mengantongi ponselnya di celana, termasuk bila disimpan di kantung khusus yang tersambung dengan ikat pinggang.

Bahkan ketika ponsel tidak dalam keadaan dipakai, peneliti mengatakan risiko mandul yang disebabkan paparan radiasi ponsel tersebut masih sebesar 30 persen. Kecuali bila dimatikan.
Demikian bahaya yang ditimbulkan radiasi sinyal ponsel yang dapat kami jelaskan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.